Biru, Namaku Biru

Kata ibuku namaku Biru karena biru adalah warna kesukaan ayahku dan biru jugalah warna yang ditemukan ibuku pada ayahku. Bagi ibu, biru itu seperti langit, seperti semesta yang tertangkap oleh bumi. Birunya ibu adalah samudra yang dalam, yang selalu membuat ibu bergetar ketika menatapnya karena Ibu tau bahwa setiap saat ibu bisa saja terhisap kedalamnnya.

Suatu ketika ayah pernah bercerita pada ibu, bahwa samudra itu bisa memberikan degradasi biru yang sangat nyata, memisahkan warna birunya yang berbeda beda dalam lapisan-lapisan yang kaya, memanjakan mata ibu yang menurut ayah sangat berwarna, ketika itu ibu hanya bisa tersenyum sambil memejamkan matanya membayangkan wajahku.

Biru bagi ibu adalah kata yang mengalir dari ketinggian rasa yang meresap melalui celah-celah tanah kering berbatu, untuk kemudian terkumpul dalam sebuah ceruk tandus membentuk danau. Sebuah danau mimpi yang diam tenang dalam kemengertian dan kepahaman tanpa kata, danau yang memantulkan cahaya cerita, canda tawa, senyum, haru dan luka. Seperti air yang telah menetes, seperti janji dan harap yang telah terucap, seperti aku yang terlahir dengan nama Biru. Dan sekarang sudah saatnya untuk aku ataupun kalian untuk menepati janji di atas kertas putih yang telah tercoret dengan mimpi-mimpi, harap, angan, cita dan cinta. Aku Biru, dan aku menulis.

Biru,
Hari ini aku ingin menggodamu dari buih buih laut yang terhempas kapal. Jernih dalam laut tenang, menanti cinta yang hangat untuk menenggelamkannya. Selamat siang biru, kecup rindu dari ibu pertiwi untukmu

Biru duduk diatas palka kapal, larut dalam barisan kata penuh cerita dunia Aleph. Sejenak ia akan tiba di pulau yang ditujunya Kapoposang, untuk berjumpa dengan ayah dan ibunya, menjangkarkan diri ditengah sore. Sebuah garis horizon yang membuat langit dan permukaan bumi bertemu dan melahirkan warna biru.

Selamat pagi biru,
Sapa sang ayah langit melalui pendar matahari jingga malu-malu tertutup awan yang muncul diantara garis laut. Bagaimana tidurmu semalam? Aku tebarkan bintang2 menemanimu, kubentangkan langit cerah untuk menjagamu, kulekatkan bulan fajar agar ia menenangkanmu dalam lelap, dan tak lupa kutiupkan angin sejuk membelai wajahmu yang terbuka agar kau tetap tersenyum dalam mimpi.


Biru, kamu tau cerita tentang penyu? Tiga penyu sisik yang kau jumpai tadi sore di hamparan karang dan padang lamun pulau Kapoposang. Konon katanya penyu dipercaya orang Jepang sebagai lambang umur panjang, mereka membuat berbagai pernak pernik dan kotak perhiasan dari kulit dan cangkangnya, mereka menggunakannnya sebagai mas kawin, agar cinta mereka abadi. Dan kamu tau biru? Penyu itu memang bisa berumur hingga ratusan tahun, tapi ia akan selalu kembali ke tempat ia ditetaskan, untuk bertelur. Jadi apabila kamu menemukan sekelompok penyu dewasa yang berenang di sekitar pulau. Itu berarti dia memang dulunya dilahirkan disekitar situ. Semoga engkau bisa seperti penyu, berumur panjang, berpetualang ke berbagai samudra dan tetap pulang.

Share this: