Fiksi

Tabula rasa is the epistemological theory that individuals are born without built-in mental content and that their knowledge comes from experience and perception. Perkenalkan, nama saya Tabula Rasa. Saya adalah sebuah dunia di dalam isi kepala manusia. Karena kadang kita perlu menswitch saklar-saklar dalam diri kita yang lelah, dan mengumpulkan serpihan energi menjadi sumber energi baru dan inilah kisah saya.

Kisah 1: Kembara Kelana

Kembara Kelana memuat kisah perjalanan dua orang teman yang dipertemukan lagi setelah 8 tahun berpisah. Bara, yang sangat dekat dengan karir jurnalistik dan media dengan Lana, seorang konsultan design dan teknologi. Ketertarikan mereka akan traveling, dan kuliner menjadikan mereka tidak pernah kehabisan bahan eksplorasi dan diskusi. Mulai dari usaha menemukan itenary perjalanan dengan tema tertentu hingga mencari motivasi dan pengalaman perjalanan yang unik.

Seringkali dalam kisah perjalanan yang mereka jalani bersama, mereka menemukan banyak perbedaan paradigma dan pandangan mengenai budaya dan benturan nilai sosial. Dikarenakan Lana adalah seorang perempuan yang dibesarkan dalam budaya Jawa, sedangkan Bara adalah lelaki yang dibesarkan dalam kultur Batak. Namun hal tersebut malah menjadi wacana yang memperkaya dan menajamkan sudut pandang dari masing-masing individu itu satu sama lain.

Kecintaan mereka pada buku, film, budaya digital lah yang kemudian membuat mereka berusaha untuk terus menjadikan makna tiap perjalanan mereka sebagai sebuah bentuk pencarian nafas batin yang lebih dalam, pertukaran oksigen baru ke paru-baru mereka, membersihkan hati mereka yang kadang merasa begitu angkuh pada alam, acuh pada sekitar, dan beku pada ego manusia urban metropolitan. Hingga mereka menyadari bahwa perjalanan yang sebenarnya telah mereka lakukan adalah perjalanan ke dalam diri mereka masing-masing. Perjalanan untuk menemukan kedamaian diri, mengobati hati dan trauma masa lalu mereka yang mereka alami dalam suatu dimensi bernama Tabula Rasa.

Kisah 2: Meraga Sukma

Raga Sukma memuat kisah kehidupan seorang perempuan bernama Raga seorang entrepreneur muda pemilik toko buku dan musik kecil di Bandung bernama Eureka. Sosok wanita mandiri, yang berjuang menghadapi benturan tembok patriakhi keluarganya. Suatu proses adaptasi yang diserapnya dari kecil, dimana ia mempelajari dua sisi makna hidup yang didapatnya melalui pendidikan gaya militer, ketegasan, dan disiplin milik ayahnya yang sering berbenturan dengan pembelajarannya tentang sentuhan pengabdian, kesabaran dan rasa welas asih, milik ibunya.

Dibesarkan dalam tututan keluarga yang ingin menjadikannya sebagai perempuan serba bisa. Ia pun tumbuh menjadi perempuan yang memiliki kemampuan untuk meminimalisir peran emosi kewanitaannya dalam menyelesaikan berbagai macam permasalahan. Prestasi dan karir yang fantastis didapatkannya dengan dorongan dan perhatian dari lingkungan keluarganya. Hingga suatu saat ia tersadar bahwa ia telah kehilangan dirinya sendiri. Bahwa semua yang ia miliki ternyata tidak mampu menjawab kebutuhan akan kasih sayang dan cinta yang ia cari.

Bahwa semua yang ia miliki saat ini tidak mampu menjawab trauma masa kecilnya, akan kebenciannya pada perilaku ayahnya pada ibunya, pada kebenciannya akan kebodohan ibunya yang membiarkan dirinya terkungkung dalam penderitaan batin. Hingga ia bertemu dengan Bara, dan ia mulai mengenal apa itu arti cinta, kasih, dan pengorbanan. Membawanya pada kesadaran untuk memaafkan ayahnya, ibunya, dan berdamai dengan dirinya sendiri, mengapus dendam dan trauma masa kecilnya dalam satu dimensi bernama Tabula Rasa.

Kisah 3: Sangaji Saka

Sangaji Saka memuat kisah persahabatan antara Raga, Saka, Gerhana dan Bara. 4 Mahasiswa semester 6 dari sebuah universitas di Bandung. Raga mahasiswi jurusan psikologi, Saka mahasiswa jurusan Sejarah, Gerhana mahasiswa jurusan Antropologi, dan Bara mahasiswa jurusan Jurnalistik. Saka adalah sahabat Raga semenjak mereka masih SMA. Kerja sambilan di Eureka toko buku dan musik milik Raga. Pecinta puisi dan musik blues dengan level toleransi dan kesabaran tingkat tinggi. Bara adalah sepupu Saka, pecinta alam penggemar fotografi yang baru saja pindah jurusan dari teknik geologi ke jurusan jurnalistik. Seperti lava panas bumi, Bara adalah sosok yang pendiam namun penuh dengan gejolak ambisi. Gerhana adalah teman satu kost Saka yang jago masak dan setia mengantar jemput Saka mondar mandir ke Eureka setiap hari demi mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan Raga.

Eureka menjadi mesin penetasan dan inkubator mereka dalam mempelajari perbedaan, makna hidup dan perjuangan. Tempat pengobatan akan sedih dan sakit. Tempat mereka belajar untuk saling percaya dan membuka diri pada kerapuhan mereka. Tempat mereka berjanji dan berkomitmen pada hidup mereka, dan tempat mereka akhirnya bertemu kembali dalam Eureka mereka masing-masing yang lebih besar di kemudian hari setelah mereka melalui dimensi bernama Tabula Rasa.

Leave a comment