Colour & Font Guide

Saya Positif

Hari ini akhirnya untuk pertama kali saya bertemu langsung dengan Andri Tambunan. Sosok fotografer yang beberapa karyanya sudah melanglang dunia foto jurnalistik Indonesia. Pertemuan yang sedikit lucu karena siang ini saya sedang masak makan siang di kantor INFIS Bogor, dan saya baru selesai mencuci wajan yang saya pakai untuk memasak cah wortel jamur.

Jadi sebetulnya Mas Nanang yang mengenal Andri lebih dulu. Andri yang waktu itu baru menyelesaikan project HIV nya di Papua mengajak Mas Nanang bekerjasama untuk membuat suatu project multimedia berupa video dari kumpulan foto dan rekaman video wawancaranya dengan beberapa pengidap HIV di Papua. Jadilah project ini berjalan dengan Mas Nanang yang harus menyelesaikan 10 video yang terdiri dari 7 video profil dari 7 orang dengan HIV, dan 3 video yang terdiri dari full documentary, profil klinik dan thriller.

Saya mengikuti perkembangan project ini mulai dari konsep dan diskusi yang dibangun oleh Andri dengan Mas Nanang. Saya tertarik melihat materi-materi foto dan wawancara yang dikumpulkan Andri, dan bagaimana Andri berkeinginan untuk menampilkan gaya dokumenter seperti mediastorm.com. Awalnya Andri datang dengan ide kampanye berjudul “Living With HIV” yang disampaikannya ke Mas Nanang. Saya sendiri merasa bahwa pesan yang ingin disampaikan dalam judul kampanye tersebut kurang kuat dan kurang cocok dengan maksud dari isi cerita yang ingin dibangun, dimana Andri ingin bercerita tentang orang-orang yang bisa hidup sehat, normal, dan bersemangat meski postif HIV.

Tercetuslah dibenak saya sebuah judul “I’m Positive/ Saya Positif” dan saya sampaikan ide tersebut kepada Mas Nanang dengan penjelasan yang mudah diterima oleh Andri. Lahirlah sebuah mission statement dari judul ini. I’m Positive is a series of multimedia story about people who living with HIV and struggle with their live to fight with it. I’m positive gives the antithesis statement about the term of positive in HIV patient itself. The positive word when it stands alone should raise a hope and confidence to the patience and restate the negative stigma around people who live with the HIV.

Konsep dan penjelasan saya kemudian dikirimkan oleh Mas Nanang dan disambut dengan sangat baik oleh Andri untuk menggunakan judul Saya dalam projectnya. Ide yang disambut baik ini setidaknya membawa semangat baru dalam benak saya mengenai konsep Saya Positif yang ingin menjauhi gaya kampanye lama HIV pada umumnya, seperti lambang pita merah yang disilangkan, warna merah dan bahasa visual yang kaku dalam font serif. Saya ingin membawanya pada warna yg penuh semangat, keceriaan dan energi. Lalu saya coba terjemahkan semua konsep dalam kepala saya ini menjadi sebuah logo dan identitas warna.

Colour & Font Guide

Saya kemudian membawa logo-logo tersebut dalam sebuah motion graphic untuk opening title series of videonya. Ketika draft video pertama di presentasikan ke Andri, viola! Dia sangat senang sekali dengan konsep dan pilihan warnanya. Termasuk pilihan warna oranye yang dominan untuk typerface dan logonya. Saya cukup beruntung bisa membaca klien seperti Andri tanpa harus bertemu langsung dengan orangnya. Rahasinya? Saya mulai dari mengenal karya-karyanya, karena karya fotografi jurnalistik dan film dokumenter biasanya kuat dan sarat dengan subjektifitas si pembuat karya. Pertemuan perdana saya dengan Andri Tambunan hari ini sangat cair dan berakhir dengan diskusi untuk mengembangkan project ini dalam bentuk produk komunikasi lainnya. Mendoakan Andri Tambunan yang akan mempresentasikan ini semua di depan Dinas Kesehatan, Clinton Foundation, dan AusAid besok. Let’s break a leg man!

Share this: