inutw-ranin

Tutur Visual “Siapa Lagi Kalau Bukan Kita” dalam Aroma Kopi Nusantara

Kita semua punya cerita, dan cerita yang kali ini ditampilkan oleh dua fotografer Nanang Sujana dan Joel Redman adalah rangkaian cerita mengenai masyarakat adat dan hutannya. Bertutur secara visual dalam karya foto berjudul “Siapa Lagi Kalau Bukan Kita”, pameran foto yang kini terpampang di dinding Rumah Kopi Ranin berusaha untuk mengajukan pertanyaan kepada pengunjung tentang siapa yang akan menjaga hutan kita? Siapa yang akan mengalami dampak dari perubahan iklim dunia? Dan pertanyaan itu kemudian menjadi fenomena nyata yang terjadi diluar sana ketika kita sedang menghirup aroma kopi yang siap kita seruput.

Pameran foto dan pemutran film yang sebelumnya berlangsung di Jakarta, kini hadir di kota Bogor dengan visi untuk menambah perspektif global pada gerakan masyarakat adat dalam persiapan menuju COP-21 di Paris. Dengan menampilkan karya-karya fotografer dan sutradara film lokal dan internasional untuk mendokumentasikan perjuangan masyarakat adat dalam melindungi hutan. Sebuah rangkaian perjalanan yang simultan mulai dari Jakarta ke Papua, Sulawesi dan kini akan ditutup di kota Bogor bersama dengan perwakilan masyarakat adat dari Amerika tengah dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara.

Berfokus pada hutan di pulau-pulau kecil dan pesisir yang sering diabaikan sebelumnya, rangkaian pameran foto, pemutaran filim dan diskusi ini berusaha menempatkan masalah tersebut dalam konteks Indonesia yang lebih luas dan global. Dalam rangkaian kampanye tersebut juga diluncurkan secara perdana empat film pendek yang mewakili masyarakat adat di Indonesia, mulai dari Mentawai, Pandumaan Sipituhuta Sumatra, Kepulauan Aru, dan Tobelo Dalam Halmahera. Melalui media film tersebut diharapkan masyarakat umum yang hadir dapat terlibat dalam pembelajaran dan diskusi mengenai lingkungan dan hutan Indonesia.

“Rangkaian perjalanan kami di Indonesia boleh selesai, tetapi perjuangan masyarakat adat Indonesia dalam mempertahankan hutan mereka harus terus berlanjut hingga ke dunia Internasional, dengan dorongan kesadaran dari seluruh warga negara Indonesia”, ujar Paul Redman, sutradara sekaligus inisiator dari kampanye global If Not Us Then Who (Siapa Lagi Kalau Bukan Kita).

Dalam pamerannya di Bogor kali ini, penyelenggara menempatkan kedai kopi sebagai wadah memori yang dapat mewujudkan ingatan dan gambaran visual mengenai kondisi alam tempat kopi-kopi yang mereka nikmati tersebut berasal agar dapat ikut beredar di dalam suasana kedai kopi. Diharapkan pengunjung Rumah Kopi Ranin juga dapat ikut merekam dan merespons fragmen yang mereka tangkap dari cerita visual yang bercerita di kedai ini. Pameran yang berlangsung dari tanggal 20-30 Maret ini akan memamerkan karya dalam media visual foto, dan audio visual berupa film yang diputarkan pada tanggal 28 Maret 2015. Jadi, bersiap-siaplah untuk berwisata batin menikmati karya visual sekaligus menikmati kopi di kota hujan dengan memanjakan indra, terutama bagi penikmat kopi.

Share this: